Introvert atau Ekstrovert ?

Rada ngenes nih siang, gegara rapat koordinasi yang jadwalnya dadakkan eh "mood" yang pagi tadi sudah menari-nari di kepala untuk nyelesaiin design poster alat sosialisasi dan promosi si "Nona Maniez"akhirnya sekarang terbang entah kemana.

Huft, akhirnya aku teringat artikel yang aku baca di kompasiana dan aku bagiin juga ke kronologi fb abis subuh tadi, hmm aku coba bahas aah...

Si Introvert?

Jujur sudah umur kepala tiga ini, aku baru tau kalau ada istilah yang satu ini, halaah kemana aja gue!

Karena itu, akupun penasaran sekali dengan kosakata yang sangat baru untuk ku, makanya artikel ini aku lahap abis dan tuntas. Eh, akhirnya aku ngeh, ternyata didunia ini ada istilah manusia berkepribadian introvert dan ekstrovert.

Apa sih beda introvert dan Ekstrovert?

Introvert secara sederhana bisa diartikan sebagai orientasi kepribadian, di mana seseorang memerlukan waktu untuk menyendiri demi memperoleh energi. Jadi kuncinya adalah sendiri dan energi.

Beda dengan ekstrovert, Seorang berkepribadian ekstrovert akan sangat senang berada di tengah kerumunan orang banyak. Bertemu dan bisa berkumpul dengan orang banyak akan memberikan energi baru bagi dirinya. Hadir dalam pesta, menonton konser musik, berwisata berombongan, sungguh sangat menyenangkan bagi si ekstrovert.

Sementara bagi seorang introvert, bertemu dengan banyak orang itu seperti menguras energi, melelahkan, membosankan. Mereka tidak keberatan hadir di pesta, mereka bisa bersosialisasi juga dengan baik. Bukan seperti pemalu. Tapi seorang introvert tidak bisa tahan lama di pesta. Sementara ekstrovert makin lama di pesta akan makin bersemangat.

Ini linknya kalau ada yang mau baca lengkap: http://www.kompasiana.com/mamatotik/memahami-si-introvert_5735967a8923bd4909bce060

Nah, abis baca artikel ini aku akhirnya sedikit lebih paham tentang banyak karakter manusia yang sering aku temui, termasuk aku juga akhirnya bisa paham atas diri ku sendiri.

Lah, jadi selama ini masih tidak paham diri sendiri?

Ho oh, jujur lagi aku jawab iya. Karena aku merasa aneh sama diri sendiri. Kerjaan ku kan sebagai "Sosialization Specialist" yang kerjaannya tiap hari harus tepe-tepe kesana-kemari, cengar-cengir atau ngobrol ngalur-ngidul kayak sales nawarin produk. Tapi anehnya, ketika aku tidak lagi menjalankan tugas. Aku kebanyakkan duduk diam di depan leptop dengan telinga asyik mendengarkan musik dari headphone. Aah.. bagai aku beralih keduniaku sendiri.

Begitupun sampai rumah, setelah coal-coel emak dan abah menanyakan tentang apa aktifitas beliau seharian. Tepat pukul 21.00 wib saat semua sudah masuk kamar masing-masing aku kembali asik dengan duniaku sendiri.

Kemarin aku baru saja menolak ajakan teman waktu SMP untuk ngebolang bareng, lah katanya suka berpertualang dan dolan-dolan, kok ditolak?

Ho oh, entahlah, setelah di Puji ( nama temanku itu) jelasin kalau ngebolangnya rame-rame aku langsung aja mundur teratur. Yup, aku tak terlalu suka suasana bising. Aku suka ngebolang itu tujuannya belajar dan bersyukur tapi kalau ternyata untuk melakukan huru-hara, aku pastinya langsung kabur.

Seperti waktu ke pantai, ketika teman-teman pada becandaan main kubur-kuburan pasir, aku malah minggir dan duduk sendiri di atas perahu nelayan yang berada dipinggir pantai. Sambil jeprat-jepretin si kamera, dan kembali aku merasa inilah surga ku.

Jadi kesimpulannya?

Namanya juga aku nulis ini tak terencana dan tanpa dibaca ulang, jadi kesimpulannya aku ini baru ngeh, kalau ternyata pemalu dan introvert itu beda. Dan aku juga baru nyadar, ternyata dari si artikel di kompasiana itu aku bisa digolongkan manusia berkepribadian introvert.

Bagaimana dengan mu? introvert atau ekstrovert?

View Comments